Sabtu, 08 Oktober 2011

Meresensi Novel

Judul Buku : Surat Kecil Untuk Tuhan
Penulis       : Agnes Davonar
Penerbit     : Inandra Published
Cetakan     : Jakarta, Agustus 2011
Tebal         : 236 halaman

  • Gita Sesa Wanda Cantika atau Keke, gadis cantik, pintar, dan mantan artis penyanyi cilik berusia 13 tahun yang menjadi pendertita kanker rabdomiosarkoma atau dalam bahasa lokalnya adalah kanker jaringan lunak. Ia menjadi penderita kanker jaringan lunak pertama di Indonesia.
  • Suatu ketika, mata Keke memerah. Ia mengira bahwa dirinya terkena sakit mata. Namun, semakin hari, sakit mata itu semakin parah. Ditambah lagi hidung Keke yang mimisan. Akhirnya, Ayah Keke membawanya ke dr. Adi Kusuma. Dokter itu memberikan obat yang diminum secara teratur selama lima hari. Namun, bila tidak ada perubahan, ia akan membuat surat pengantar ke dokter THT.
  • Setelah lima hari, penyakit itu tak kunjung sembuh. Dan terus memerah, bahkan mengeluarkan air mata yang terasa perih. Sesuai saran dari dr. Adi Kusuma, akhirnya Ayah membawa Keke ke dokter THT. Disana Ia diperiksa laboratorium. Dan akhirnya hasil itu menunjukkan bahwa Keke terkena penyakit kanker Rabdomiosarkoma atau dalam bahasa lokalnya adalah kanker jaringan lunak.
  • Ayahnya tidak memberi tahu bahwa Keke terkena penyakit kanker. Ia hanya mengatakan bahwa Keke terkena flu biasa. Namun lama kelamaan Keke mengetahui dari Pak Haji yang menolak untuk mengobatinya.
  • Awalnya Keke tidak percaya kalau ia terkena penyakit kanker. Ia berfikir bahwa Allah bersikap tidak adil kepada dirinya. mengapa bukan orang lain saja yang menerima cobaan seberat ini. Tetapi Ayahnya selalu memberikan semangat kepada Keke untuk bisa bersabar dalam menghadapi cobaan yang diberikan Allah. Karena Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umat-Nya.  Akhirnya hati Keke pun luluh. Ia mulai bisa menerima keadaan ini.
  • Ayahnya tidak pantang menyerah untuk mencari pengobatan. Bahkan ia mencari pengobatan ke Singapura. Akhirnya, Ia  bertemu dengan Prof. Peng. Namun, pengobatan di Singapura, tidak membuahkan hasil apa-apa.
  • Akhirnya, Ayah Keke memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan membiarkan Keke dirawat di rumah sakit yang ada di Jakarta. Setelah beberapa hari Keke koma, akhirnya pada tanggal 26 Desember 2006, tepat pukul 23.00 Keke menghembuskan nafas terakhirnya.
  • Tulisan dinovel ini tidak menggunakan bahasa baku. Ada beberapa kata yang sulit dipahami oleh masyarakat. Sehingga pembaca kesulitan untuk memahami setiap alur cerita yang terdapat di dalam novel ini
  • Namun, novel yang ditulis oleh Agnes Davonar ini, menarik untuk dibaca. Karena novel ini dapat memberikan semangat kepada orang lain agar bersikap sabar dan tidak putus asa dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. Serta dapat memberi pemahaman kepada orang lain, bahwa sakit tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk tetap beraktivitas seperti sedia kala.  




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar